alvaJagoan ketiga, yang paling bungsu, adalah Alva. Nama lengkapnya Juve Alvaro Winraputra. Lahir di Balikpapan, 20 November 2007, sekarang sedang montok-montoknya, lagi lucu-lucunya. Karena umurnya terpaut lumayan jauh dengan dua abangnya, Alva tentu saja menjadi sangat dimanja. Setiap hari Safa dan Afif mengajaknya bermain, bercanda, sampai kadang-kadang kedua abang ini lupa kalau Alva masih sangat kecil dan memperlakukannya harus berhati-hati.

Dibandingkan Safa dan Afif, pertumbuhan Alva terbilang istimewa, paling tidak kalau ukurannya pada periode usia yang sama pada saat Safa dan Afif masih bayi dulu. Alva kuat sekali menyusu ASI, sekarang asupan gizinya sudah ditambah dengan bubur tim, membuat bodinya montok abiss. Mamanya ingat sekali, kedua abangnya tak pernah semontok ini.

Si bungsu baru saja diplontos rambutnya. Ini mengulang ritual abang-abangnya dulu, yang juga pernah diplontos. Biasanya, setelah kepala digundul begini, rambutnya akan tumbuh subur sekali. Apalagi sejak lahir rambut Alva memang sudah hitam lebat. Dan, keriting kriwil seperti Safa. Hanya Afif yang rambutnya lurus.

Alva menjadi kenangan kami tinggal di Balikpapan, karena dia lahir di Kota Minyak sebelum akhirnya diajak hijrah ke Jakarta saat usianya belum genap tiga bulan. Ya boleh dibilang numpang lahir saja di Balikpapan.

Sekarang, Alva sudah mulai teriak-teriak, mulai guling-guling bolak-balik badan di tempat tidur, dan suka sekali menggigit apapun. Kayaknya mau tumbuh gigi. Dia juga jadi satu-satunya anak kami yang sejak bayi dibiasakan tidur di ayunan. Abang-abangnya tak pernah merasakan nikmatnya tidur di ayunan.

Afif, Jagoan Paling Tertib

afifAfif, jagoan kami yang benar-benar jago. Nama lengkapnya Ivander Rafif Winraputra. Lahir di Banjarbaru 3 April 2004. Si lincah dan tukang ribut yang sering menggoda kakaknya. Paling suka makan dan tidak pernah pilih-pilih makanan. Tidur paling tertib dan selalu bangun paling pagi.

Setelah kami pindah di Jakarta, Afif mulai ikut les membaca dan menghitung. Kemampuannya tak kalah dengan abangnya Safa, hanya saja Afif sedikit kurang telaten. Masih lebih banyak main. Tetapi sekarang sudah mulai mengenali huruf dan bisa menghitung bilangan tambah dan kurang.

Seperti halnya Safa, Afif juga punya bakat seni yang lumayan. Sekarang dia sudah bisa berkumandang entah dengan nada apa. Dalam hal gaya, Afif malah lebih ekspresif kalau menyanyi: dia goyang-goyangin pinggul, nyanyi sambil joget.

Afif termasuk anak yang galak. Dia suka marah sambil teriak-teriak. Sasaran kemarahan paling sering adalah abangnya, Safa. Ketika ditegur mamanya, Afif biasanya balik memarahi mama. Dia juga anak yang pemberani. Setidaknya bila dibandingkan dengan Safa. Kalau ketemu binatang seperti kucing atau ayam, Afif langsung mencari benda untuk melempar. Suatu hari saat masih tinggal di Banjarbaru, di taman samping rumah ada ular. Afif mengejar ular itu tanpa rasa takut sedikit pun. Untung mama sempat melihat dan menyelamatkan. Padahal waktu itu umurnya belum genap 2 tahun.

Keberanian Afif mungkin terasah karena dia paling suka nonton aluran Animal Planet, di mana dalam ekspedisi ke hutan-hutan, pembawa acara sering dengan santai menangkap ular atau buaya. Hmmm… Afif punya bakat jadi petualang alam juga.

Ini dulu cerita pertama. Banyak cerita lain yang akan dibagi di lain hari.

Ini Dia, Safa…

Ini sekadar perkenalan pertama. Putra sulung kami bernama cukup panjang: Falsa Azzuri Winraputra. Lahir di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada 19 Mei 2003. Kami memberi dia panggilan yang unik; SAFA. Kok bisa? Ya, nama depan (FALSA) diambil dari kata FALSAFAH. Supaya kata FALSAFAH tidak hilang, maka dipanggil SAFA, sehingga bila disambung menjadi FALSAFA – dan dalam pengucapannya tetap tidak menghilangkan sumber kata falsafah.

safaSejak lahir Safa sangat aktif dan memiliki banyak keunikan yang sungguh membuat kami bahagia bila melihat ulahnya. Wajahnya yang putih bersih semakin menggemaskan dengan bulu-bulu halus. Matanya besar. Alisnya tebal. Wah… alhamdulillah, bagi kami fisiknya yang sempurna adalah anugerah.

Yang juga istimewa adalah rambutnya. Tebal dan lembut. Saking bagusnya rambut Safa, sejak berumur satu tahun kami biarkan gondrong, hanya dirapikan sedikit di bagian telinga. Rasanya sayang kalau dicukur pendek. Maka, setiap kali di tengah keramaian, Safa pasti jadi rebutan ibu-ibu yang terkagum-kagum dengan rambutnya.

Safa sekarang sudah berusia 5 tahun. Sudah bisa membaca dan perhitung. Saat ini mengikuti les baca dan hitung di dekat rumah di Kebon Jeruk Jakarta, karena untuk masuk TK 0 Besar masih harus menunggu sampai bulan depan.

Ketika sekolah TK di Balikpapan, Safa paling senang pelajaran melukis dan bernyanyi. Sejak kecil dia memang menunjukkan bakat seni yang luar biasa.

Segini dulu ya cerita tentang Safa. Banyak kisah lain lagi yang akan disambung di posting berikutnya.

 

Tiga Bocah Ini...

Mereka tiga bersaudara: Safa si sulung, Afif di tengah dan Alva yang bungsu. Selalu ada cerita menarik dari buah hati kami ini, hari-hari yang mereka jalani, masa-masa pertumbuhan yang penuh keajaiban, juga tingkah-polah yang menggemaskan. Fafiva, begitulah kami membuat akronim nama tiga jagoan kami yang selalu membuat rumah tak pernah sepi ini. Blog ini tak punya cerita lain kecuali tentang mereka bertiga.